Rapat Koordinasi PSI Lampung Bahas Pengembangan Ilmu Pendidikan Fisika yang Berkelanjutan melalui Pendekatan STEM dan SDGs

dokumen 3
dokumen 1
dokumen 2

Lampung, 15 Februari 2025 – Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan fisika yang berkelanjutan dan kontekstual, Physical Society of Indonesia (PSI) Lampung mengadakan rapat koordinasi yang membahas tentang upaya pengembangan ilmu pendidikan fisika dengan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dan SDGs (Sustainable Development Goals). Rapat ini dihadiri oleh para akademisi, praktisi pendidikan, dan tokoh-tokoh penting dalam bidang sains dan teknologi dari berbagai perguruan tinggi dan institusi di Lampung.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk menciptakan sinergi yang kuat antar lembaga pendidikan dalam memajukan pendidikan fisika yang relevan dengan tantangan global. Tema utama yang diangkat adalah bagaimana menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki kemampuan yang berdaya saing global, profesional dalam literasi sains, dan berkarakter. Menurut salah satu anggota, Dr. Viyanti, M.Si., pendekatan STEM dan SDGs menjadi sangat relevan dalam mendesain kurikulum pendidikan fisika yang berbasis pada kebutuhan zaman. “Dalam rapat ini, kami ingin memastikan bahwa pengajaran fisika tidak hanya mengacu pada teori dasar, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dan inovasi yang sesuai dengan perkembangan teknologi global. Pendekatan ini bertujuan agar mahasiswa memiliki kompetensi yang tidak hanya memadai untuk dunia kerja, tetapi juga untuk berkontribusi dalam kemajuan IPTEK,” ujar Dr. Viyanti.

Rapat ini juga menyoroti pentingnya pendidikan fisika yang mampu membangun karakter mahasiswa, dengan mengedepankan nilai-nilai tanggung jawab sosial, etika ilmiah, serta kesadaran lingkungan yang menjadi bagian dari tujuan SDGs. Dengan pendekatan ini, diharapkan lulusan pendidikan fisika dapat menjadi agen perubahan yang berperan aktif dalam menciptakan solusi atas tantangan global, seperti perubahan iklim, kemiskinan, dan kesenjangan sosial. Selain itu, dalam rapat tersebut juga dibahas mengenai penguatan literasi sains yang menjadi fondasi dalam pendidikan fisika. Dr. Kartini Herlina, M.Si., anggota PSI Lampung, menambahkan bahwa literasi sains merupakan keterampilan yang sangat diperlukan untuk membekali mahasiswa agar mereka mampu berpikir kritis dan sistematis, serta mengembangkan kemampuan untuk berinovasi di bidang sains dan teknologi.

Sebagai hasil dari rapat koordinasi ini, PSI Lampung akan terus berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan dan berbagai pihak terkait dalam rangka mendukung pengembangan pendidikan fisika yang berkelanjutan. Dengan adanya sinergi yang lebih erat, diharapkan pendidikan fisika di Lampung dapat lebih relevan, berkualitas, dan siap mencetak lulusan yang mampu bersaing di tingkat global. PSI Lampung juga merencanakan berbagai program pelatihan dan seminar ilmiah yang akan diadakan untuk meningkatkan kompetensi pengajaran fisika di kalangan dosen dan guru, serta mendorong kolaborasi riset yang berdampak pada kemajuan teknologi pendidikan. Dengan langkah-langkah strategis ini, PSI Lampung berharap dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), serta menciptakan generasi muda yang cerdas, berdaya saing, dan berkarakter dalam menghadapi tantangan dunia global.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top