
Bandar Lampung, 26 Mei 2025 – Unit Penjaminan Mutu Program Studi atau TPMPS telah menyelesaikan kegiatan review dan tindak lanjut hasil pengukuran kepuasan mahasiswa terhadap performa dosen, layanan administrasi akademik, serta fasilitas pendidikan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pelaksanaan penjaminan mutu internal yang dilakukan secara berkala untuk memastikan proses pendidikan berjalan efektif, responsif, dan sesuai kebutuhan mahasiswa.
Berdasarkan hasil pengukuran pada periode akademik terakhir, tingkat kepuasan mahasiswa menunjukkan capaian yang sangat menggembirakan. Rata-rata penilaian mahasiswa pada kategori “Sangat Baik” mencapai 90,6% dari seluruh aspek yang diukur. Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa menilai layanan akademik, performa dosen, tenaga kependidikan, dan fasilitas pendidikan telah berjalan dengan kualitas yang sangat baik.
Pengukuran kepuasan mahasiswa ini mencakup lima dimensi utama layanan, yaitu Keandalan, Daya Tanggap, Kepastian, Empati, dan Bukti Fisik. Kelima dimensi tersebut digunakan untuk melihat kualitas layanan secara menyeluruh, mulai dari ketepatan pelayanan, kecepatan respons, kepastian informasi, perhatian kepada mahasiswa, hingga kecukupan sarana dan prasarana pendidikan.
Survei Dilakukan Secara Terukur dan Berbasis Standar Mutu
Pelaksanaan survei kepuasan mahasiswa dilakukan dengan pendekatan metodologis yang sistematis. Instrumen survei disusun berdasarkan indikator baku Service Quality atau SERVQUAL. Pendekatan ini umum digunakan untuk menilai kualitas layanan berdasarkan pengalaman langsung penerima layanan. Instrumen yang digunakan telah dirancang agar mudah dipahami oleh mahasiswa. Bahasa dalam kuesioner dibuat sederhana, jelas, dan tidak menyulitkan responden. Dengan demikian, mahasiswa dapat memberikan penilaian secara cepat, tepat, dan sesuai pengalaman mereka selama mengikuti layanan akademik. Survei juga dilaksanakan secara rutin pada akhir semester. Pola ini memungkinkan UPPS/PS memperoleh gambaran berkelanjutan mengenai persepsi mahasiswa. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif, seperti persentase, rata-rata, dan distribusi frekuensi. Hasilnya digunakan sebagai dasar evaluasi dan tindak lanjut perbaikan layanan.
Lima Dimensi Kepuasan yang Diukur
Pengukuran kepuasan mahasiswa dilakukan melalui lima dimensi utama. Setiap dimensi memiliki fokus penilaian yang berbeda.
- Keandalan atau Reliability. Dimensi ini mengukur kemampuan dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola layanan dalam memberikan pelayanan sesuai janji, tepat waktu, dan konsisten.
- Daya Tanggap atau Responsiveness. Dimensi ini menilai kesigapan dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola layanan dalam membantu mahasiswa. Aspek ini berkaitan dengan kecepatan respons terhadap pertanyaan, keluhan, atau kebutuhan akademik mahasiswa.
- Kepastian atau Assurance. Dimensi ini mengukur keyakinan mahasiswa bahwa layanan diberikan sesuai ketentuan, prosedur, dan standar yang berlaku.
- Empati atau Empathy. Dimensi ini menilai kepedulian, perhatian, dan sikap personal dosen serta tenaga kependidikan dalam melayani mahasiswa.
- Bukti Fisik atau Tangible. Dimensi ini mengukur kecukupan, aksesibilitas, kenyamanan, dan kualitas sarana prasarana pendidikan yang digunakan mahasiswa.
Hasil Kepuasan Mahasiswa
Hasil survei menunjukkan bahwa seluruh aspek memperoleh penilaian positif. Tidak ada aspek yang memperoleh nilai “Kurang Baik”. Artinya, secara umum mahasiswa menilai layanan yang diberikan telah memenuhi standar minimal kepuasan. Aspek dengan capaian tertinggi adalah Keandalan atau Reliability, dengan 95% mahasiswa memberikan penilaian Sangat Baik. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa menilai layanan akademik telah diberikan secara konsisten, sesuai jadwal, dan sesuai kebutuhan. Aspek Kepastian atau Assurance juga menunjukkan capaian tinggi, yaitu 91% Sangat Baik. Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki keyakinan kuat terhadap kesesuaian layanan dengan ketentuan yang berlaku. Aspek Empati atau Empathy memperoleh 90% Sangat Baik. Data ini menunjukkan bahwa mahasiswa merasakan adanya perhatian, kepedulian, dan komunikasi yang baik dari dosen, tenaga kependidikan, maupun pengelola layanan. Aspek Daya Tanggap atau Responsiveness memperoleh 89% Sangat Baik. Capaian ini menggambarkan bahwa layanan akademik dinilai cukup cepat dan responsif dalam membantu mahasiswa. Sementara itu, aspek Bukti Fisik atau Tangible memperoleh 88% Sangat Baik. Meskipun menjadi capaian terendah dibandingkan aspek lain, hasil ini tetap berada pada kategori sangat baik. Namun, aspek ini tetap menjadi ruang penguatan, terutama dalam peningkatan fasilitas pendukung, kenyamanan ruang, perawatan sarana, dan akses Wi-Fi.
Persentase Kepuasan Mahasiswa per Aspek
Distribusi penilaian mahasiswa terhadap lima dimensi layanan akademik dan fasilitas pendidikan.

Analisis Hasil Survey
Secara umum, hasil survei memperlihatkan kualitas layanan yang kuat. Capaian rata-rata 90,6% Sangat Baik menunjukkan bahwa mahasiswa merasa puas terhadap proses layanan yang diberikan. Aspek Keandalan menjadi kekuatan utama. Persentase 95% menunjukkan bahwa layanan dinilai konsisten dan dapat dipercaya. Namun, masih terdapat 1% penilaian Cukup. Catatan kecil ini mengarah pada perlunya penguatan ketepatan jadwal layanan, konsistensi informasi, dan kepastian waktu dalam proses akademik. Aspek Kepastian juga menunjukkan hasil sangat baik. Namun, adanya 2% penilaian Cukup menunjukkan bahwa sebagian kecil mahasiswa masih membutuhkan informasi layanan yang lebih jelas. Hal ini dapat berkaitan dengan pemahaman terhadap prosedur, jadwal layanan, aturan akademik, atau alur administrasi. Aspek Daya Tanggap, Empati, dan Bukti Fisik memperoleh gabungan penilaian Baik dan Sangat Baik sebesar 100%. Ini berarti tidak ada responden yang memberikan penilaian Cukup atau Kurang Baik pada tiga aspek tersebut. Hasil ini menjadi indikator positif bahwa mahasiswa merasakan adanya respons cepat, perhatian yang baik, serta fasilitas yang memadai. Meski demikian, aspek Bukti Fisik masih perlu diperkuat. Persentase 88% Sangat Baik dan 12% Baik menunjukkan bahwa fasilitas sudah memadai, tetapi masih memiliki ruang peningkatan agar lebih banyak mahasiswa memberikan penilaian Sangat Baik.
Tindak Lanjut Perbaikan
Hasil survei tidak hanya menjadi dokumen evaluasi, tetapi juga menjadi dasar penyusunan langkah perbaikan. UPPS/PS bersama pimpinan program studi telah menetapkan beberapa tindak lanjut yang bersifat terukur dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan.
1. Penguatan Aspek Keandalan
Pada aspek Keandalan, ditemukan bahwa sebagian kecil mahasiswa masih merasakan ketidaktepatan jadwal atau inkonsistensi layanan. Untuk menindaklanjuti hal ini, UPPS/PS akan melakukan audit terhadap jadwal layanan administrasi. Selain itu, SOP terkait pengumuman nilai juga akan diperkuat. Langkah ini penting agar mahasiswa memperoleh layanan yang lebih pasti, terjadwal, dan mudah dipantau. Target pelaksanaan tindak lanjut ini adalah akhir semester berjalan.
2. Sosialisasi Ulang Standar Pelayanan
Pada aspek Kepastian, masih ditemukan sedikit keraguan mahasiswa terhadap kesesuaian layanan dengan ketentuan. Untuk itu, UPPS/PS akan melakukan sosialisasi ulang standar pelayanan kepada mahasiswa. Sosialisasi ini bertujuan agar mahasiswa memahami prosedur layanan akademik, alur administrasi, hak mahasiswa, kewajiban mahasiswa, serta standar waktu pelayanan. Monitoring berkala juga akan dilakukan untuk memastikan standar tersebut diterapkan secara konsisten. Target pelaksanaan tindak lanjut ini adalah satu bulan ke depan.
3. Mempertahankan Daya Tanggap dan Empati
Aspek Daya Tanggap dan Empati telah menunjukkan capaian yang sangat baik. Tidak ada penilaian Cukup maupun Kurang Baik pada kedua aspek tersebut. Untuk mempertahankan capaian ini, UPPS/PS akan mendorong sistem apresiasi bagi dosen dan staf berkinerja tinggi. Apresiasi ini diharapkan dapat memperkuat budaya kerja yang responsif, ramah, dan peduli terhadap kebutuhan mahasiswa.
4. Peningkatan Fasilitas Pendidikan
Aspek Bukti Fisik memperoleh 88% Sangat Baik dan 12% Baik. Hasil ini menunjukkan bahwa fasilitas pendidikan telah dinilai baik oleh mahasiswa. Namun, UPPS/PS tetap melihat adanya peluang peningkatan. Tindak lanjut yang direncanakan meliputi penambahan fasilitas pendukung, perawatan rutin sarana prasarana, peningkatan kenyamanan ruang, optimalisasi penggunaan AC, serta penguatan akses Wi-Fi di area publik. Target pelaksanaan tindak lanjut ini adalah tiga bulan ke depan.
Komitmen Mutu Berkelanjutan
Survei kepuasan mahasiswa menjadi bagian penting dalam siklus penjaminan mutu internal. Melalui survei ini, program studi dapat memperoleh umpan balik langsung dari mahasiswa sebagai pengguna utama layanan akademik. Data yang diperoleh tidak berhenti pada tahap pengukuran. UPPS/PS menggunakan data tersebut untuk melakukan review, menetapkan prioritas perbaikan, dan menyusun tindak lanjut. Dengan cara ini, pengelolaan mutu dapat dilakukan secara objektif, berbasis data, dan berkelanjutan. Komitmen ini juga sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan akademik yang lebih baik. Layanan yang responsif, dosen yang berkinerja baik, administrasi yang tertib, serta fasilitas yang memadai akan mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif.
Untuk informasi lebih lanjut, mahasiswa dapat menghubungi Unit Penjaminan Mutu Program Studi melalui email fatkhur.rohman@fkip.unila.ac.id atau anggit.wicaksono@fkip.unila.ac.id
